Saat menuliskan ini saya sedang berada di kereta Matarmaja. Lewat tengah malam. Suara dengkuran rekan saya terdengar cukup kencang, pedagang kopi dan popmi sibuk mondar mandir sementara saya sibuk mencari cara untuk bisa terlelap.
Ini adalah Matarmaja yang ketujuh kalinya buat saya. Buat saya kereta adalah salah satu moda transportasi yang menarik untuk bepergian. Memang waktu yang dibutuhkan lebih lama tapi tentu lebih cepat jika dibandingkan dengan bus dan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan bis.
Cara yang terbaik untuk mengenal seseorang adalah dengan bepergian bersama. Berada di atas kereta selama 18 jam termasuk salah satunya. Saya ingat betul pertama kali naik Matarmaja pada Maret 2012 lalu dari Malang menuju Bromo. Ada seorang perempuan mungkin seumuran dengan saya, ia sendirian dan duduk di deretan bangku belakang saya. Di deretan bangkunya laki-laki semua dan kurang dari 18 jam sebelum sampai di Jakarta sang perempuan sudah mendapatkan layanan pijat gratis dari kawan barunya.
Di atas Matarmaja semua punya cerita. Karyawan yang jenuh dengan ibukota dan hendak melepas penat, anak yang rindu dengan kampung halaman dan orangtua serta sanak saudara, orangtua yang baru saja menyambangi sang buah hati yang sukses dapat kerja di Jakarta, pedagang asongan yang sering dicerca tapi kadang dicari, pengamen tidak tahu diri yang bernyanyi nyaring padahal matahari belum juga muncul. Delapan belas jam yang banyak menyisakan cerita.
Sepertinya hanya di kereta saja saya bisa seperti ini. Di pesawat, jarang sekali saya mengobrol dengan penumpang sebelah. Biasanya sibuk dengan gadget masing-masing atau terlelap lalu tak lama kemudian kami sudah sampai di tujuan. Di bus, jika ada penumpang di sebelah saya terutama pria biasanya saya justru merasa was-was. Ruang gerak lebih sempit belum lagi ditambah jika jalanan macet. Kereta menjadi moda yang spesial buat saya. Kapan ya kira-kira bisa naik kereta di Eropa? Lima tahun lagi, semoga atau setidaknya menjelajah Asia dulu saja. Vietnam punya pemandangan yang menarik sepanjang perjalanan keretanya kata mereka. Oh dan India. Tentunya harus dicoba naik kereta di negara Taj Mahal yang mempesona. Suatu hari ya, semoga. Untuk sementara mari nikmati Matarmaja di Indonesia. Dan tentunya, senja.